Kafka dan RabbitMQ sama-sama message broker, tapi lahir dari dua filosofi yang berbeda. Memilih salah satunya bukan soal mana yang "lebih cepat" — keduanya sudah lebih dari cukup untuk hampir semua aplikasi. Yang menentukan adalah pola kerja dan siapa yang akan mengoperasikannya.
1. Ringkasan Satu Paragraf
Kafka adalah distributed commit log — pesan ditulis ke log yang bisa diputar ulang (replay), disimpan sesuai kebijakan retensi (default 7 hari), dan tidak dihapus setelah dibaca. Consumer menggeser pointer (offset), bukan "mengambil lalu menghapus".
RabbitMQ adalah message broker klasik berbasis AMQP — pesan dirutekan lewat exchange ke queue, lalu dihapus setelah di-acknowledge. Fokusnya pada routing fleksibel dan jaminan per-pesan.
"RabbitMQ built its reputation as the default choice for messaging and task queueing; Kafka built its reputation as the default choice for event streaming."
— Dokumentasi resmi RabbitMQ